Rabu, 07 Mei 2014

Surat-Surat Tanda Bukti

Setiap pembayaran atau pengiriman/penyerahan barang harus disertai dengan buti yang jelas dalam bentuk tertulis. Hal ini berguna untuk pencatatan/administrasi perusahaan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dibawah ini adalah contoh-contoh surat tanda bukti :

1.     Faktur (Invoice)
Faktur adalah daftar barang kiriman yang dilengkapi keterangan nama, jumlah, harga yang harus dibayar. Jumlah terakhir dari perhitungan disebut "Harga Faktur"
Bagian-bagian Faktur :

  • Nama perusahaan (Kepala Surat)
  • Nama dan alamat pembeli
  • Jumlah barang
  • Jenis dan kualitas barang
  • Harga satuan
  • Harga seluruhnya
  • Potongan harga
A.   Faktur Biasa
Faktur Biasa adalah faktur yang diberikan oleh penjual pada saat kita membeli barang. Faktur ini merupakan salah satu bukti atas transaksi untuk keperluan pembukuan/administrasi, jadi pada setiap pembelian harus selalu dilampirkan dengan faktur.
B.   Faktur Proforma
Faktur Proforma adalah faktur yang dibuat untuk sementara setelah barang-barangyang dikirimkan baru dibuatkan faktur yang sesungguhnya.

2.     Konosemen
Konosemen adalah surat keterangan (pengantar) barang yang diangkut dengan menggunakan kapal.


3.     Kuitansi
Kuitansi adalah tanda bukti penerimaan dan pembayaran uang secara sah. Sebagai tanda bukti kuitantasi memuat bagian-bagian :

  • Nama dan alamat yang menerima uang
  • Nomor dan tanggal
  • Jumlah uang dengan angka dan terbilang
  • Maksud untuk keperluan tertentu
4.    Packing List
Packing List adalah daftar perincian barang dalam list harus dijelaskan barang apa saja yang terdapat dalam masing-masing kemasan. Gunanya adalah untuk mengetahui isi barang dalam peti/kemasan, jika suatu waktu ada pemeriksaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar